Tugas 3 Praktikum Statistik

Penyajian Data Visual & Analisis Kepuasan Layanan

Berdasarkan Studi Kasus Kepuasan Layanan Akademik Universitas (N = 30)

🎛️ Simulator Data Deskriptif (30 Responden)

Ubah data nilai di bawah ini untuk melihat kalkulasi matematika, rumus, dan grafik secara real-time.

Rerata (Mean)
3.70
Formula: $\overline{x} = \frac{\sum x_i}{n}$
Median
4.0
Nilai Tengah Urutan
Modus
4
Frekuensi Tertinggi

Bar Chart: Distribusi Frekuensi

Pie Chart: Proporsi Persentase (%)

Laporan Penyajian & Analisis Data Deskriptif

Mata Kuliah: Biostatistik / Statistik Deskriptif — Tugas Mandiri 3

Topik: Penyajian Data Visual & Numerik Sampel ($n$) = 30 Mahasiswa Instrumen: Skala Likert 1-5

A. Kasus Penelitian & Data Mentah

Dilakukan survei kepuasan mahasiswa terhadap kualitas layanan akademik di universitas dengan skala interval-kategori $1 = \text{sangat tidak puas}$ hingga $5 = \text{sangat puas}$. Data yang dikumpulkan dari $30$ responden adalah sebagai berikut:

Baris Data Urutan Respon
Baris 1 34453 42345
Baris 2 43344 54323
Baris 3 45443 34543
1

Identifikasi Jenis Data & Skala Pengukuran

a. Jenis data yang digunakan:

Data kualitatif (kategorikal) jenis Ordinal (Data Kualitatif yang diangkakan).

b. Skala pengukuran data:

Skala Ordinal (menggunakan instrumen Skala Likert 1-5).

c. Penjelasan alasan secara ilmiah:

Berdasarkan bagan prosedur klasifikasi data (referensi materi slide FKM Undip Halaman 4 & 16), skala ordinal dimasukkan ke dalam kelompok metode data kualitatif. Alasan ilmiah penetapan skala ordinal pada kasus ini adalah:

  • Memiliki Atribut Peringkat/Tingkatan (Order): Terdapat hierarki kualitas yang jelas pada nilai-nilai tersebut, di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi ($5 > 4 > 3 > 2 > 1$).
  • Interval yang Tidak Setara: Jarak psikologis antara satu skor ke skor berikutnya tidak memiliki nilai absolut yang persis sama. Selisih kepuasan antara "Sangat Puas" (5) dan "Puas" (4) tidak selalu sama dengan selisih kepuasan antara "Puas" (4) dan "Cukup Puas" (3).
  • Merupakan Kode Kategorikal: Angka 1 hingga 5 di atas tidak menunjukkan besaran numerik murni hasil pengukuran fisik (seperti berat badan atau suhu), melainkan kode numerik representatif dari label perasaan subjektif manusia.
2

Kalkulasi Pengolahan Data Dasar (Deskriftif)

Langkah-langkah pengerjaan dan perhitungan nilai tengah, modus, serta rata-rata populasi sampel:

Langkah 1: Mengurutkan Data Mentah (Data Terurut)

2, 2, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 4, 4, [4], [4], 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 5

Terdiri dari: Skor 2 (2 data), Skor 3 (10 data), Skor 4 (13 data), dan Skor 5 (5 data).

a. Nilai Rata-rata (Mean): $\overline{x} = 3.7$

Rata-rata dihitung dengan menjumlahkan seluruh nilai respon dikalikan dengan masing-masing frekuensi kemunculannya, lalu dibagi dengan total responden ($n = 30$). $$\overline{x} = \frac{\sum_{i=1}^{n} x_i}{n}$$ $$\sum x_i = (2 \times 2) + (3 \times 10) + (4 \times 13) + (5 \times 5) = 4 + 30 + 52 + 25 = 111$$ $$\overline{x} = \frac{111}{30} = 3.7$$

b. Nilai Median (Nilai Tengah): $Median = 4$

Karena ukuran data genap ($n = 30$), maka median ditentukan oleh rata-rata dari data ke-$\frac{n}{2}$ (data ke-15) dan data ke-$\left(\frac{n}{2} + 1\right)$ (data ke-16). $$\text{Median} = \frac{\text{data ke-15} + \text{data ke-16}}{2}$$ Merujuk pada data terurut, data ke-15 bernilai $4$ dan data ke-16 bernilai $4$. $$\text{Median} = \frac{4 + 4}{2} = 4.0$$

c. Nilai Modus: $Modus = 4$

Modus merupakan nilai kategori dengan frekuensi kemunculan tertinggi (terbanyak dipilih).

  • Skor 2: muncul sebanyak $2$ kali
  • Skor 3: muncul sebanyak $10$ kali
  • Skor 4: muncul sebanyak $13$ kali
  • Skor 5: muncul sebanyak $5$ kali
Frekuensi tertinggi adalah $13$ kali kemunculan, yaitu pada skor 4 (Puas).

Tabel Ringkasan Ukuran Pemusatan Data:

Ukuran Statistik Hasil Perhitungan
Mean (Rata-rata) 3.70
Median 4.00
Modus 4
3

Penyajian Data Secara Visual (Statik & Akurat)

Tabel Distribusi Frekuensi (Diagram Batang)

Skor (Kategori) Frekuensi ($f$)
1 (Sangat Tidak Puas)0
2 (Tidak Puas)2
3 (Cukup Puas)10
4 (Puas)13
5 (Sangat Puas)5
Jumlah ($N$)30

Tabel Proporsi Persentase (Diagram Lingkaran)

Kategori Kepuasan Persentase (%)
Sangat Tidak Puas (1)0.00%
Tidak Puas (2)6.67%
Cukup Puas (3)33.33%
Puas (4)43.33%
Sangat Puas (5)16.67%
Total100.00%

c. Penjelasan informasi penting dari visualisasi grafik:

  1. Pemusatan Opini pada Sisi Positif: Grafik secara visual langsung mengilustrasikan bahwa opini mahasiswa terkonsentrasi sangat kuat di bagian kanan distribusi (nilai skor 3, 4, dan 5). Ini membuktikan tidak adanya masalah kegagalan sistematis yang berat dalam layanan akademik kampus.
  2. Dominasi Kategori Puas (Modus): Tinggi batang yang paling signifikan berada pada skor 4 ($43.33\%$). Ini menandakan bahwa secara representatif, mayoritas tunggal mahasiswa mengapresiasi kinerja layanan pada level yang layak dan memenuhi standar operasional.
  3. Marjin Ketidakpuasan yang Sangat Rendah: Sangat minim mahasiswa yang menyatakan ketidakpuasan ekstrem (hanya $6.67\%$ menjawab tidak puas, dan $0\%$ sangat tidak puas). Informasi ini krusial sebagai indikator jaminan mutu awal universitas.
4

Analisis Kritis & Rekomendasi

a. Bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa secara umum?

Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa berada pada klasifikasi "Puas/Baik". Analisis statistik deskriptif deskrit membuktikannya melalui nilai rata-rata sampel ($\overline{x}$) sebesar $3.70$, yang berada jauh di atas nilai tengah teoritis ($3.00$ atau ambang netral) dan condong mendekati nilai acuan skor $4.00$ (kategori Puas). Selain itu, nilai Median ($4.00$) dan Modus ($4.00$) memvalidasi kecenderungan positif menyeluruh dari responden.

b. Apakah mayoritas mahasiswa puas terhadap layanan akademik? Jelaskan.

Ya, mayoritas mahasiswa telah puas.

Bukti statistik & penjelasan: Apabila kita mendefinisikan kelompok mahasiswa yang "puas" sebagai responden yang memilih opsi respon positif, yaitu skor $4$ (Puas) dan $5$ (Sangat Puas):

  • Responden yang menjawab Puas ($4$) = $13$ mahasiswa ($43.33\%$).
  • Responden yang menjawab Sangat Puas ($5$) = $5$ mahasiswa ($16.67\%$).
  • Total kepuasan positif = $13 + 5 = \mathbf{18\text{ mahasiswa}}$.
  • Persentase akumulatif = $\frac{18}{30} \times 100\% = \mathbf{60.00\%}$.
Karena persentase kepuasan positif ($60.00\%$) secara meyakinkan melampaui batas mayoritas mutlak ($> 50\%$), maka secara statistik dapat dibuktikan secara valid bahwa mayoritas mahasiswa di universitas tersebut merasa puas terhadap pelayanan akademik yang diberikan.

c. Dua Rekomendasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Akademik:

Meskipun mayoritas mahasiswa telah merasa puas, sisa kelompok sebesar $40.00\%$ yang berada pada kategori "Cukup Puas" (skor 3 = $33.33\%$) dan "Tidak Puas" (skor 2 = $6.67\%$) harus diintervensi dengan langkah strategis agar kepuasan meningkat ke rentang aman di atas $80\%$:

  1. Rekomendasi 1: Standardisasi Pelayanan (SOP) Prima Terfokus bagi Staf Akademik (Intervensi Kelompok Cukup Puas)

    Sebanyak $33.33\%$ mahasiswa berada pada tingkat kepuasan yang mengambang ("cukup puas" / skor 3). Ini menandakan bahwa kualitas layanan tidak buruk, namun masih dirasa kurang ramah, lambat, atau birokratis. Pihak universitas direkomendasikan melakukan standardisasi waktu layanan administrasi (misalnya: tanda tangan dekanat maksimal 1 hari kerja) serta pelatihan pelayanan prima (hospitality) berkala bagi seluruh tenaga administratif guna menggeser persepsi kelompok pengembang ini ke arah skor 4 dan 5.

  2. Rekomendasi 2: Akselerasi Digitalisasi Layanan Akademik via Portal Mandiri Terpadu

    Untuk mengurangi hambatan antrean manual yang berujung pada penurunan kepuasan mahasiswa, universitas harus memperluas fungsionalitas portal akademik online. Proses pengurusan surat keterangan aktif kuliah, legalisir transkrip nilai digital, dan sistem pengarsipan KRS harus dimigrasikan sepenuhnya ke sistem tanpa kertas (paperless system). Sistem digital terotomatisasi ini akan menurunkan waktu tunggu layanan secara masif dan meningkatkan presisi data akademik, yang secara simultan berkontribusi besar menaikkan kepuasan mahasiswa.